Minggu, 30 Desember 2018

Media Sosial sebagai Media Komunikasi Kesehatan yang Efektif dan Efisien



Era digital merupakan era atau zaman dimana segala hal dikaitkan dengan alat teknologi yang bekerja menggunakan prinsip kerja bilangan biner, yang disebut sebagai digit (deret angka dalam perhitungan matematis). Contoh alat digital diantaranya smartphone, televisi, komputer, dan lain sebagainya (Elmansyah. 2017).
Pada era digital ini sebagian besar orang di berbagai penjuru dunia sudah menggunakan alat-alat digital terutama pada masyarakat dari kalangan menengah keatas. Begitu pula masyarakat yang berada pada kondisi ekonomi menengah kebawah juga berusaha agar bisa memiliki alat-alat canggih tersebut. Akibatnya terjadi perubahan pola hidup manusia yang awalnya menggunakan alat yang tradisional atau alat yang cara penggunaannya masih manual dan sederhana, kemudian beralih menggunakan alat teknologi yang lebih canggih karena penggunaannya lebih praktis dan tidak menyita banyak tenaga.

Salah satu pola hidup dari manusia yang mengalami banyak perubahan yaitu cara mereka menyampaikan suatu informasi. Menurut Junaedi (2017) dalam bukunya yang berjudul ‘Komunikasi Kesehatan’, bahwa salah satu tingkatan dalam komunikasi kesehatan yaitu komunikasi kesehatan bermedia. Komunikasi kesehatan bermedia ini memudahkan dalam penyampaian suatu informasi terlebih sejak adanya mesin cetak dimana media dapat dengan mudah digandakan. Dalam penyampaian suatu informasi kesehatan, penting mengetahui karakteristik dari media yang akan digunakan. Karakteristik media cetak tentu berbeda dengan media elektronik maupun media internet. Tujuan dari institusi kesehatan yaitu pemberitaan yang positif di media massa mengenai aktivitas institusi kesehatan.
Masyarakat pada masa kini banyak menggunakan alat elektronik terlebih jika alat tersebut dapat digunakan untuk mengakses jaringan internet. Salah satunya yaitu melalui media sosial. Masyarakat kini menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan lawan soaisalnya, membagi informasi yang mereka miliki maupun mencari informasi yang mereka butuhkan.  Pengguna media sosial sudah tersebar di seluruh penjuru dunia.
Sejak adanya internet, semakin mudah orang mengakses suatu informasi baik melalui search engine maupun melalui media sosial. Keberadaan media sosial lebih menarik di mata masyarakat awam. Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, yaitu ketika saya membuka sebuah website resmi melalui pencarian di google yang mana website tersebut memuat berita tentang kesehatan di suatu daerah di Indonesia,  tercantum jumlah pengunjung website tersebut dalam satu tahun terakhir tidak mencapai angka 10.000. sedangkan pada sebuah media sosial, terdapat banyak sekali akun yang mengunggah informasi mengenai kesehatan dengan jumlah pengikut lebih dari 100.000 pengguna media sosial, bahkan beberapa mencapai satu juta pengguna.
Keberadaan media sosial ini membuka kesempatan bagi institusi kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan. Namun, adanya media sosial ini merupakan tantangan dimana ada sisi positif dan sisi negatif yang harus dipertimbangkan baik-baik dalam komunikasi kesehatan mengingat bahwa informasi mengenai kesehatan itu sangat penting.
Manfaat dari adanya media sosial dalam komunikasi kesehatan diantaranya dapat memudahkan institusi kesehatan dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Media sosial sangat praktis untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Dibandingkan dengan komunikasi langsung, penggunaan media sosial tidak perlu mempertemukan komunikator dengan komunikan. Selain komunikator dan komunikan tidak perlu bertatap muka, media sosial dapat menyebarkan informasi lebih cepat dengan adanya internet.
Pengguna media sosial juga terdiri dari orang-orang dengan usia yang berbeda-beda. Mulai dari anak usia bawah lima tahun dimana anak-anak tersebut menggunakan media sosial dengan pantauan orang tua mereka, hingga pada usia lanjut dapat ditemukan sebagai pengguna media sosial. Biasanya pada proses komunikasi langsung komunikator akan menyampaikan informasi kepada komunikan dengan mengelompokkannya berdasarkan usia untuk membedakan teknik penyampaian informasi tersebut. Sedangkan, informasi yang disampaikan melalui media sosial dapat didesain dengan memuat tulisan, gambar, dan suara secara bersamaan sehingga memungkinkan akan tersampaikan dan dapat diterima dan dipahami oleh semua kalangan usia.
Diantara beberapa manfaat tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial sebagai media dalam menyampaikan informasi terutama informasi kesehatan, lebih efektif dan efisien. Penggunaan media sosial ini selain dapat mempersingkat waktu, mempercepat penyebaran informasi, juga dapat menghemat biaya dan tenaga.
Walaupun memiliki banyak manfaat, penggunaan media sosial juga tak luput dari dampak negatif. Seperti yang kita ketahui bahwasannya di media sosial banyak sekali informasi yang tidak jelas kebenarannya dan tidak disertai dengan sumber didapatkannya informasi tersebut. Para pengguna media sosial kebanyakan merupakan masyarakan awam yang belum dapat membedakan mana sumber-sumber dari media sosial yang dapat dipercaya dan mana yang tidak.
Selain itu juga dikhawatirkan informasi yang ditujukan tidak tepat ke sasaran. Tidak semua informasi dapat diberikan ke semua kalangan masyarakat. Karena media sosial dapat diakses oleh semua kalangan usia, sehingga mungkin terjadi anak-anak menerima informasi yang belum saatnya mereka menerima.
Efektif dan efisiennya media sosial dalam menyampaikan suatu informasi terutama informasi kesehatan ditentukan oleh pihak yang ingin memberikan informasi. Informasi yang disampaikan melalui media sosial hendaknya benar-benar sudah dipertimbangkan berdasarkan isinya, dan disesuaikan juga dengan bentuk penyampaiannya.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dhita Prasanti dan Ikhsan Fuady tentang pemanfaatan media komunikasi dalam penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat di desa Cimangu, kab.Bandung Barat. Tenaga kesehatan dari puskesmas setempat menggunakan beberapa media dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Salah satu medianya yaitu melalui media sosial yaitu menggunakan aplikasi Whatsapp. Informasi yang disampaikan melalui aplikasi tersebut disesuaikan dengan sasarannya yaitu untuk masyarakat yang berada dalam jangkauan usia remaja dan dewasa. Untuk informasi yang mereka sampaikan kepada anak-anak maupun lanjut usia biasanya menggunakan poster atau pamflet.
Jadi, sebenarnya banyak sekali manfaat media sosial dalam komunikasi kesehatan. Dengan adanya media sosial proses penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat lebih efektif dan efisien. Tentu saja keefektifan dan keefisienan tersebut bergantung pada ketepatan seorang tenaga kesehatan atau institusi kesehatan dalam menyesuaikan isi dengan cara penyampaian dan dengan sasaran yang ditujunya. Maka dari itu alangkah baiknya sebuah institusi kesehatan membina hubungan yang baik dengan institusi media.


Daftar Pustaka
Elmansyah. 2017. Kuliah Ilmu Kalam:Formula Meluruskan Keyakinan Umat di Era Digital. Pontianak:IAIN Pontianak Perss
Junaedi, Fajar. 2018. Komunikasi Kesehatan: Sebuah Pengantar Komprehensif. Jakarta: Prenada Media
Prasanti, D., dan Ikhsan Faudy. 2018. Pemanfaatan Media Kounikasi dalam Penyebaran Informasi Kesehatan Kepada Masyarakat. Reformasi, Vol.8, No.1, hal: 8-14

2 komentar: