Dewsa ini, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Segala
hal aspek kehidupan manusia didukung dengan bantuan alat teknologi. Mengapa
demikian? Hal ini dikarenkan sebuah kata “Globalilasi.” Adanya globalisasi,
diiringi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan memunculkan berbagai inovasi
untuk membantu dan mempermudah segala aspek kehidupan manusia.
Dahulu, untuk pergi ke suatu tempat haruslah ditempuh dengan jalan
kaki, ataupun hanya dengan bantuan hewan seperti kuda dan unta. Adapun di era
globalisasi ini, berbagai alat transportasi untuk mempermudah pergi ke suatu
tempat bermunculan. Dimulai dari motor, mobil, kereta, perahu, pesawat dan
sebagainya. Begitupula dengan teknologi di bidang lain, termasuk dalam bidang komunikasi.
(Haryanto, 2012)
Dahulu,
untuk berkomunikasi sangatlah sulit kepada orang yang jauh. Seiring dengan
berkembang zaman munculah teknologi media cetak seperti koran, majalah dan
lain-lain. Pada masanya, media cetak utamanya surat menjadi media komunikasi
yang sangat populer. Saat ini, media cetak ini sedikit demi sedikit telah
tergantikan dengan media elektronik. Meskipun sampai saat ini media cetak itu
masih banyak tercetak, namun sebagian besar manusia lebih tertarik untuk
berkomunikasi dan mencari berbagai informasi melalui media elektronik (Anitah,
2009).
Di
era globalisasi ini, media elektronik sebagai media komunikasi yang digandrungi
oleh berbagai kalangan berupa hand phone. Baik orang tua, remaja bahkan
anak-anak menjadikan hand phone sebagai media komunikasi. Melalui alat
ini masyarakat dapat terhubung dengan jaringan internet dan menggunakan
berbagai media sosial seperti email, BBM, What’s App, Facebook, Twitter,
Instagram, serta youtube.
Saat
ini youtube menjadi salah satu media sosial yang sangat digandrungi oleh banyak
kalangan. Utamanya bagia anak milenial. Terdapat banyak konten-konten menarik
didalamnya sehingga para pengguna youtube tak bosa-bosan untuk terus
menjelajah. Salah satu konten yang sangat populer saat ini ialah vlog. Vlog
sendiri merupakan suatu video yang berisi opini, cerita, atau kegiatan harian
(David, 2017). Dalam memanfaatkan keadaan, konten ini bisa menjadi salah satu
peluang dalam penyebaran informasi mengenai kesehatan. Hal ini dikarenakan,
vlog merupakan sebuah video, dimana video menggabungkan antara audio, visual
dan animasi. Pengkombinasian ini akhirnya membuat video lebih menarik, banyak
disukai dan menjadi salah satu media promosi kesehatan yang menarik apabila di
kemas dengan sebaik mungkin.
Promosi kesehatan merupkan suatu proses
yang bertujuan untuk memandirikan dan memberdayakan masyarakat agar mampu untuk
memlihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya. Promosi kesehatan sendiri
di dalamnya mengandung komunikasi kesehatan. Media dalam melakukan promosi
kesehatan sendiri sangatlah beragam. Media ini dapat berupa poster, selebaran (flyer),
pamflet, booklet, video, dan berbagai media lainnya (Wicaksono, 2015)
Bukan hanya dengan menggunakan media
cetak, promosi kesehatan juga dapat digunakan dengan menggunakan media jejaring
sosial. Penggunaan media jejaring sosial ini memiliki jangkauan dan ruang yang
tidak terbatas. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, salah satu media
jejaring sosial yang dapat digunakan untuk promosi kesehatan ialah youtube.
Dimana konten dari youtube sendiri berupa video.
Penggunaan media youtube menjadi media
promosi kesehatan patutlah dipertimbangkan. Salah satu dasar yang menjadi
pertimbangan ialah video promosi dengan judul “Korban Narkoba dan HIV/AIDS”.
Pada 9 Juni 2015, jumlah penonton dari video ini sebanyak 35.155 penonton,
yang dihitung sejak diunggah pada tanggal 1 Januari 2018. Hal ini menunjukan
melalui video ini, tiap bulannya terdapat 837 penonton atau setara dengan 28
penonton tiap harinya. (Wicaksono, 2015)
Video yang umumnya disukai dalam youtube
ialah video-video singkat berdurasi 2,1-3 menit. Hal ini dikarenakan
berdasarkan penelitian yang dilakokan oleh Wicaksono, 46,9% pengguna youtube
menyukai durasi video yang singkat. (Wicaksosno, 2015). Oleh karena itu, dengan
durasi yang singkat ini perlu dipperhatikan isi dari promosi kesehatnnya
sendiri, harus singkat padat dan jelas. Namun demikian, meskipun durasi
singkat, video janganlah dibuat dengan monoton. Buatlah video promosi semenarik
agar pesan dapat lebih mudah diterima.
Kelebihan
dari media komunikasi kesehatan berupa video diantaranya (1) Sudah dikenal masyarakat;
(2) Mengikutsertakan semua panca indra; (3) Lebih mudah dipahami; (4) Lebih
menarik karena ada suara dan gambar bergerak; (5)Bertatap muka; (6) Penyajian dapat
dikendalikan; (7) Jangkauan relatif lebih besar; (8) Sebagaialat diskusi dan
dapat diulang-ulang (Gejir, 2017).
Satu
orang menonton video yang menarik umumnya akan membagikan kepada temannya.
Mengajaknya untuk menonton dan membagikan video tersebut agar semakin tersebar
luas. Hal inilah yang menjadikan video lebih mudah untuk tersebar luas dan
dilihat oleh banyak orang. Video termasuk dalam jenis media elektronik, dimana
termasuk juga sebagai media komunikasi kesehatan yang sangat membantu proses
promosi kesehatan terutama dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Oleh
karena itu, seiring dengan berkembangnya zaman, alangkah baiknya dalam
melakukan sebuah promosi kesehatan menggunakan media yang banyak diminati pada
masanya.
Saat
ini media youtube dapat menjadi media yang yang sangat diminati. Memanfaatkan ketenaran
media ini bisa menjadi peluang untuk mempromosikan kesehatan. Adanya promosi
kesehatan ini diharapkan masyarakat bisa memahami dan menjaga kesehatannya.
Baik bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
Anitah, S. 2009. Teknologi
Pembelajaran. Surakarta: Yurna Pustaka
David, Eribka Ruthelia, dkk. 2017. Pengaruh
Konten Vlog dalam Youtube Terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi. E-journal Acta
Diurma Vol. VI No. 1 Tahun 2017
Gejir, I Nyoman, dkk. 2017. Media
Komunikasi Dalam Penyuluhan Kesehatan. Yogykarta: Andi
Haryanto, Heri. 2012. Sejarah
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT Balai Pustaka
(Persero)
Wicaksono, Hario. 2015. Analisis
Peluang Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penularan HIV/AIDS di Indonesia
Melalui Media Youtube. Posiding Seminal Nasionl Penelitian dan PKM
Kesehatan Vol. 1 No. 1 Tahun 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar