Era
digital merupakan era atau zaman dimana segala hal dikaitkan dengan alat
teknologi yang bekerja menggunakan prinsip kerja bilangan biner, yang disebut
sebagai digit (deret angka dalam perhitungan matematis). Contoh alat digital
diantaranya smartphone, televisi,
komputer, dan lain sebagainya (Elmansyah. 2017).
Pada
era digital ini sebagian besar orang di berbagai penjuru dunia sudah
menggunakan alat-alat digital terutama pada masyarakat dari kalangan menengah
keatas. Begitu pula masyarakat yang berada pada kondisi ekonomi menengah
kebawah juga berusaha agar bisa memiliki alat-alat canggih tersebut. Akibatnya
terjadi perubahan pola hidup manusia yang awalnya menggunakan alat yang
tradisional atau alat yang cara penggunaannya masih manual dan sederhana, kemudian
beralih menggunakan alat teknologi yang lebih canggih karena penggunaannya
lebih praktis dan tidak menyita banyak tenaga.
Salah
satu pola hidup dari manusia yang mengalami banyak perubahan yaitu cara mereka
menyampaikan suatu informasi. Menurut Junaedi (2017) dalam bukunya yang
berjudul ‘Komunikasi Kesehatan’, bahwa salah satu tingkatan dalam komunikasi
kesehatan yaitu komunikasi kesehatan bermedia. Komunikasi kesehatan bermedia
ini memudahkan dalam penyampaian suatu informasi terlebih sejak adanya mesin
cetak dimana media dapat dengan mudah digandakan. Dalam penyampaian suatu
informasi kesehatan, penting mengetahui karakteristik dari media yang akan
digunakan. Karakteristik media cetak tentu berbeda dengan media elektronik
maupun media internet. Tujuan dari institusi kesehatan yaitu pemberitaan yang
positif di media massa mengenai aktivitas institusi kesehatan.
Masyarakat
pada masa kini banyak menggunakan alat elektronik terlebih jika alat tersebut
dapat digunakan untuk mengakses jaringan internet. Salah satunya yaitu melalui
media sosial. Masyarakat kini menggunakan media sosial untuk berkomunikasi
dengan lawan soaisalnya, membagi informasi yang mereka miliki maupun mencari
informasi yang mereka butuhkan. Pengguna
media sosial sudah tersebar di seluruh penjuru dunia.
Sejak
adanya internet, semakin mudah orang mengakses suatu informasi baik melalui search engine maupun melalui media
sosial. Keberadaan media sosial lebih menarik di mata masyarakat awam.
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, yaitu ketika saya membuka sebuah
website resmi melalui pencarian di google yang mana website tersebut memuat
berita tentang kesehatan di suatu daerah di Indonesia, tercantum jumlah pengunjung website tersebut
dalam satu tahun terakhir tidak mencapai angka 10.000. sedangkan pada sebuah
media sosial, terdapat banyak sekali akun yang mengunggah informasi mengenai
kesehatan dengan jumlah pengikut lebih dari 100.000 pengguna media sosial,
bahkan beberapa mencapai satu juta pengguna.
Keberadaan
media sosial ini membuka kesempatan bagi institusi kesehatan dalam melakukan
promosi kesehatan. Namun, adanya media sosial ini merupakan tantangan dimana
ada sisi positif dan sisi negatif yang harus dipertimbangkan baik-baik dalam
komunikasi kesehatan mengingat bahwa informasi mengenai kesehatan itu sangat
penting.
Manfaat
dari adanya media sosial dalam komunikasi kesehatan diantaranya dapat
memudahkan institusi kesehatan dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.
Media sosial sangat praktis untuk menyampaikan informasi ke masyarakat.
Dibandingkan dengan komunikasi langsung, penggunaan media sosial tidak perlu
mempertemukan komunikator dengan komunikan. Selain komunikator dan komunikan
tidak perlu bertatap muka, media sosial dapat menyebarkan informasi lebih cepat
dengan adanya internet.
Pengguna
media sosial juga terdiri dari orang-orang dengan usia yang berbeda-beda. Mulai
dari anak usia bawah lima tahun dimana anak-anak tersebut menggunakan media
sosial dengan pantauan orang tua mereka, hingga pada usia lanjut dapat ditemukan
sebagai pengguna media sosial. Biasanya pada proses komunikasi langsung komunikator
akan menyampaikan informasi kepada komunikan dengan mengelompokkannya
berdasarkan usia untuk membedakan teknik penyampaian informasi tersebut.
Sedangkan, informasi yang disampaikan melalui media sosial dapat didesain
dengan memuat tulisan, gambar, dan suara secara bersamaan sehingga memungkinkan
akan tersampaikan dan dapat diterima dan dipahami oleh semua kalangan usia.
Diantara
beberapa manfaat tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial
sebagai media dalam menyampaikan informasi terutama informasi kesehatan, lebih
efektif dan efisien. Penggunaan media sosial ini selain dapat mempersingkat
waktu, mempercepat penyebaran informasi, juga dapat menghemat biaya dan tenaga.
Walaupun
memiliki banyak manfaat, penggunaan media sosial juga tak luput dari dampak
negatif. Seperti yang kita ketahui bahwasannya di media sosial banyak sekali
informasi yang tidak jelas kebenarannya dan tidak disertai dengan sumber
didapatkannya informasi tersebut. Para pengguna media sosial kebanyakan
merupakan masyarakan awam yang belum dapat membedakan mana sumber-sumber dari
media sosial yang dapat dipercaya dan mana yang tidak.
Selain
itu juga dikhawatirkan informasi yang ditujukan tidak tepat ke sasaran. Tidak
semua informasi dapat diberikan ke semua kalangan masyarakat. Karena media
sosial dapat diakses oleh semua kalangan usia, sehingga mungkin terjadi
anak-anak menerima informasi yang belum saatnya mereka menerima.
Efektif
dan efisiennya media sosial dalam menyampaikan suatu informasi terutama informasi
kesehatan ditentukan oleh pihak yang ingin memberikan informasi. Informasi yang
disampaikan melalui media sosial hendaknya benar-benar sudah dipertimbangkan
berdasarkan isinya, dan disesuaikan juga dengan bentuk penyampaiannya.
Dalam
penelitian yang dilakukan oleh Dhita Prasanti dan Ikhsan Fuady tentang pemanfaatan
media komunikasi dalam penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat di desa
Cimangu, kab.Bandung Barat. Tenaga kesehatan dari puskesmas setempat
menggunakan beberapa media dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada
masyarakat. Salah satu medianya yaitu melalui media sosial yaitu menggunakan
aplikasi Whatsapp. Informasi yang
disampaikan melalui aplikasi tersebut disesuaikan dengan sasarannya yaitu untuk
masyarakat yang berada dalam jangkauan usia remaja dan dewasa. Untuk informasi
yang mereka sampaikan kepada anak-anak maupun lanjut usia biasanya menggunakan
poster atau pamflet.
Jadi,
sebenarnya banyak sekali manfaat media sosial dalam komunikasi kesehatan.
Dengan adanya media sosial proses penyampaian informasi kesehatan kepada
masyarakat lebih efektif dan efisien. Tentu saja keefektifan dan keefisienan
tersebut bergantung pada ketepatan seorang tenaga kesehatan atau institusi
kesehatan dalam menyesuaikan isi dengan cara penyampaian dan dengan sasaran
yang ditujunya. Maka dari itu alangkah baiknya sebuah institusi kesehatan
membina hubungan yang baik dengan institusi media.
Daftar
Pustaka
Elmansyah. 2017. Kuliah Ilmu Kalam:Formula Meluruskan Keyakinan Umat di Era Digital. Pontianak:IAIN
Pontianak Perss
Junaedi, Fajar. 2018. Komunikasi Kesehatan: Sebuah Pengantar Komprehensif. Jakarta:
Prenada Media
Prasanti, D., dan Ikhsan Faudy. 2018. Pemanfaatan Media Kounikasi dalam Penyebaran
Informasi Kesehatan Kepada Masyarakat. Reformasi, Vol.8, No.1, hal: 8-14
👍👍👍
BalasHapuskeren!
BalasHapus